Minggu, 26 Juni 2011

TweetDeck_0_3.75 - download software for free -



The dark gray TweetDeck beta is one of the more attractive Twitter desktop apps out there. With it, you're able to engage with Twitter tweets much as you can on Twitter.com, and then some. TweetDeck beta, for one, also lets you follow friends' Facebook and MySpace status updates. It shares some similarities with Seesmic Desktop in its default tri-column view, which you can also shrink down to a single column. The requisite filtering buttons and other management tools help keep your in-box tidy. Like other Twitter apps, TweetDeck beta shortens links and manages pictures. You can block and unfollow contacts, even reporting them as spam.
The extras make it nice. TweetDeck beta includes a translation tool, and has recently added syncing, so you can keep your feed preferences and feed content identical on multiple computers and even the iPhone. It offers a lot of visual customization options, and the capability to add new columns, to keep up on search terms, for example.
TweetDeck beta still has some growing to do, especially in making its additional features a little more intuitive. So far its feature set is encouraging, and more robust than other, better established Twitter apps.
source_download.cnet.com
Get Tweet_Deck soon here :

Sabtu, 25 Juni 2011

Aku Ingin Kalian Tahu

Di dalam kubu debu dipaku laku
Awak kapal menyerbu samudera batu
Menyelami danau waktu
Ditelan bahana denting pilu

Angin membisingkan telinga
Di antara gemeresik luka dahan kemarau
Tanah menggeletarkan raga
Seiring nyanyian salung-salung parau

Aku berdoa di tengah gelapnya malam
Disaksikan jalak-jalak merenung duka
Aku bersimpuh merintihi luka kelam
Dicacikan pasak-pasak bara baka

Aku ingin kalian dengar tangisanku
Yang jauh larut tenggelam dalam hatiku
Aku ingin kalian saksikan lumpuhnya kakiku
Mengejar angan di ujung tonggak untuk seulas senyummu
Aku ingin kalian hadiri kematianku
Karena cacian yang melukai bah darah dalam jiwaku
Yang memperjuangkan rasa bangga darimu!

aku ingin kalian menjenguk ke balik tirai yang tak pernah kalian kunjungi sejak beberapa tahun silam..
dan akankah kalian peduli,
kerinduanku pada suara kalian di antara dinding lapuk itu yang sekedar mengatakan,  selamat malam
dan akankah kalian peduli,
kesia-siaan air mata yang jatuh meronta dari mataku yang tak sanggup menatap kegelapan yang dipekat kelam..
Terlalu dalam,
cacian itu melukai setiap langkah perjuangan....

_ur little daughter here, want you to know.. I miss you

Photoshop CS4 Extended *Free* - download software for free -




The good : Veteran set of powerful imaging tools; streamlined user interface; more extensible and customizable; completely overhauled 3D engine in Extended version.
The bad: More of a memory hog than Photoshop CS3; print features and type engine still in dire need of an update.
Bottom line: If you work with 3D, Photoshop Extended is a must-have upgrade; ditto if you think you'd use more of Standard's tools if the interface were less opaque, if you need to upgrade other suite applications, or if you qualify for an academic discount. All things considered, while Adobe Photoshop CS4 makes some improvements over CS3, it might be worth skipping this generation and waiting for the next.
Review:
There's just enough that's better in the CS4 updates to Photoshop and Photoshop Extended--most notably, usability improvements for core features--that many people will find themselves sighing, biting the bullet, and upgrading. If you work with video or 3D, or want to update your Creative Suite to CS4 for other reasons, this is a no-brainer; for the rest of us, there's little you can do with CS4 that you couldn't do with CS3, and the latter seems a bit faster and more memory efficient in some respects.
source_cnet.com
download portable free here
Photoshop CS4 Portable.rar
Don't worry because even if it is portable feature, you can choose a single feature during installation (if you have had Photoshop CS3)

Jumat, 24 Juni 2011

Mimpimu, Rumahmu

Dan di sana ada taman, seperti orang mengatakan keindahan agung itu "Firdaus"..!
Aku melihat burung-burung itu berwarna jernih dan cerah, mataku terasa berkilat-kilat menatap semua itu. Seolah cairan kebeningan dibubuhkan di mataku, rasanya.....ah, aku tidak bisa menjelaskan perasaan yang terlalu indah itu. Lalu aku berjalan mengambil minuman, minuman itu berwarna-warni...Hmm, aku bisa memilih kapanpun, apapun, di manapun... Minuman itu tidak terbatas dan aku seperti raja di sana. Memiliki ribuan pelayan yang tak kenal lelah dan setia menemaniku. Waaaahhh..
Andai ibu tidak membangunkanku, aku bahagia sekali dalam mimpi itu :)


Adikku ceria sekali bercerita tentang mimpinya pagi itu. Aku antusias mendengarkannya. Entah mengapa, aku ingin mendengar suaranya waktu itu. Padahal biasanya kami bertengkar hingga ibu bisa benar-benar marah pada kami jika keributan yang kami buat mulai terlampau merepotkan. Wajah sangat ceria, cemerlang, hangat seperti mimpi itu benar-benar terjadi padanya beberapa saat lalu. Dan aku dapat merasakan kebahagiaan yang adikku rasakan dari kisahnya. Senyumku pun ikut mengembang setiap kali kata berikutnya dirangkaikan menjadi kisah utuh yang menggambarkan mimpi indahnya itu. Benar-benar indah :D

Kemudian aku segera menghabiskan roti bakar yang dibuatkan nenekku untuk sarapan. Segera aku meringsut ke garasi sepeda dan meluncur ke sekolah. Ketika aku membuka sebuah buku catatan Matematika, ada sebuah kertas kecil yang disobek awur-awuran dan tertulis..
Kak, kapan-kapan... antar aku ke tempat itu ya? Kalau kakak dah tahu tempatnya di mana..
Selesai membaca pun aku terkikik, membayangkan aku menemukan tempat itu. Adakah tempat seperti itu di dunia ini? Atau jika ada...mungkinkah belum ada yang tahu hingga zaman telah seperti ini? Atau jika aku memang yang pertama menemukannya, akankah aku ingat untuk mengajak adikku?? hahaha. Ya, lucu sekali bocah itu. Aku juga tak lupa membayangkan keceriaannya saat menulis catatan ini. Bahkan sejak kapan bocah itu berinisiatif menulis catatan seperti ini padaku????

Aku pun berinisiatif untuk menunjukkan pada adikku foto air terjun Niagara yang menurutku memiliki pemandangan sangat indah. Dia pasti kagum dan mengira aku sudah pernah ke sana. Lalu dengan tampang memohon-mohon memintaku mengantarnya ke tempat itu. Atau marah-marah karena ia kira aku pergi sendirian tanpa ingat untuk mengajaknya. Hahaha, aku memang suka membuat adikku sewot..

Setibanya di rumah, aku memanggil adikku.. Membunyikan bel sepeda dengan harapan adikku akan muncul menyambutku dan masih memohon padaku untuk mengantarnya ke tempat dalam mimpinya itu..
Tapi tetanggaku malah yang muncul dari ambang pintu rumahnya dan menatapku heran..
"Lhoh dek?? Nggak ikut ke rumah sakit po?? Adiknya tabrakan..." kata Bu Ning.
Aku bergeming, menjala kesalahan dari perkataan itu. Entah Bu Ning atau telingaku. Tapi tidak, Bu Ning semakin menjelaskan kebenarannya,
"Adik ditabrak sedan di jalan besar waktu menyabrang habis beli rujak es krim..."
Aku terkesiap dan buru-buru memutar stang sepeda dan kembali melaju.
Bodoh! Bagaimana bisa aku melaju begitu saja??? Memangnya aku tahu adikku di rumah sakit mana???
Tapi, masa bodoh. Aku hanya berpikir, pastilah rumah sakit terdekat.
Dan dugaanku benar. Aku melihat ibuku duduk di kursi tunggu di depan reservasi. Aku menghampirinya dan baru menghela separuh nafas saat kemudian melihat ibuku menangis..
Ibuku menatapku lalu menggeleng pelan, menahan tangisnya dengan susah payah dan hatiku tiba-tiba terpukul seperti dibentur karang. Aku tak bisa menahan isakanku dan membiarkan air mataku menetes di atas gambar Niagara yang seharusnya kini menjadi milik adik kecilku itu. Melihatnya merengek manja lagi, itulah yang kurindukan.. Merengek padaku, kak... kapan-kapan antarkan aku ke tempat itu ya, kak?? Dan.. kini, mungkin kau sudah benar-benar tiba di tempat itu, dik...

_in imagined
 
© Copyright 2035 Scarlet Threads Me
Theme by Yusuf Fikri